jump to navigation

EMPAT KALI PITU 8 Januari 2009

Posted by ibnu_taheer in Naskah Islami.
Tags: , ,
trackback

EMPAT KALI PITU

By: Klowor’s

Sopo wonge sing gelem ngalap pitutur, mongko entuk pituduh. nuli yen gelem ngetokake pitukon, mongko entuk pitulung.

Adalah suatu ungkapan yang didhawuhake oleh syaikhina KH. Maimun zubair, pengasuh pondok pesantren Al-Anwar Sarang. Seperti yang dijelaskan oleh pengasuh pondok pesantren Raudlatut Thalibin, KH. Yahya cholil Staquf putra pertama dari Almarhum syaikhina KH. Cholil Bisri. Cukup sederhana akan tetapi sarat akan makna, di mana jika ditelusuri lebih dalam masing-masing dari kata tersebut sangat tak ternilai harganya.

Pitulung berarti nasihat berupa semua kejadian atau kata-kata yang mengandung akibat positif bagi siapa saja yang melihat, mengalami atau mendengarkannya sehingga orang orang cerdas dan berakal pasti dapat mengambil hikmah di balik semuanya. Orang bijak mengatakan bahwa orang yang berakal adalah mereka yang dapat menatap masa depan dan mengetahui apa saja yang akan terjadi dengan segala yang telah dialami, dilihat dan didengarkannya.

Hal ini mencakup semua hukum yang berlaku baik dalam suatu tatanan negara maupun agama yang meliputi Al-qur’an dan Al-hadist nabi Muhammad saw. siapapun pasti akan beruntung jika berbuat dengan yang telah diatur didalamnya. mereka akan menjadikanya sebagai rambu-rambu yang harus dipatuhi sehingga akan mendapatkan petunjuk darinya dan sampai pada tempat tujuan denan selamat. sebaliknya yang melanggar dna menerjang akan tersesat bahkan akan tergaelincir dalamjurang kesengsaraan. inilah yang dimaksud dengan kata yang kedua yakni pituduh, hidayah atau petunjuk dari Allah. swt.

Namun tidak sembarangan yang mendapatkan pituduh tersebut. ada yang berupa pitukon, mahar atau syarat yang harus terpenuhi. yakni hanya mereka yang beriman dan bertaqwa kepada allah. swt serta mengimani apa saja yang tercakup dalam rukun iman. termasuk didalamnya adalah iman kepada datangnya hari akhir atau hari kiamat. hari dimana semua amal perbuatan manusia dipertangung jawabkan dan sisapapun tidak akan dapat mengelak persidangan agung yang secara langsung allah. swt sebagai hakim sekaligus eksekutornya. Yang bersalah akan mendapatkan hukuman setimpal dengan kesalahanya dan yang beriman akan mendapatkan bonus pahala sesuai dengan amal kebaikannya.

Oleh karena itu, dengan berbekal iman dan taqwa kepada allah. swt siapapun akan selamat dan akan mendapatkan pitulung atau pertolongan dari allah. swt meskipun bisa saja allah. swt menghukum mereka dengan mencari-cari kesalahan mereka. akan tetapi allah. swt tidak akan berbuat seperti itu karena allah. swt adalah sang eksekutor yang sangat adil dan yang paling adil dengan semua keputusan-keputusanya. mereka yang telah mendapatkan pertolongan akan dengan mudahnya menghadapi dan melewati segala kesulitan dan marabahaya yang akan terjadi di hari akhir nanti. bahkan mereka akan tersenyum melihat yang lain ribut dan kebingungan mencari pertolongan. mereka akan berkata:”inilah (hari)yang telah dijanjikan oleh allah. swt dan terbukti sudah apa yang telah disampaikan oleh para utusan (kepada kalian semua)”.

Semoga allah. swt berkenan memberi akal sehat dan cerdas kepada kita, sehingga kita dapat menjadikan nasihat-nasihat sebagai pedoman agar mendapatkan petunjuk yang benar, serta kita diberikan keimanan dan ketakwaan yang selalu menempel dan menancap dalam hati sehingga nantinya kita mendapatkan dari allah. swt baik hidup didunia maupun di akhirat nanti. amin yaa rabbal aalamiin. Wallaahhu a’lam.

Rembang, 080109

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: