Shahih Bukhary/3 18 November 2008
Posted by ibnu_taheer in Naskah Islami.add a comment
Dari Wikibooks Indonesia, sumber buku teks bebas berbahasa Indonesia
Arab
حدثنا يحيى بن بكير قال حدثنا الليث عن عقيل عن بن شهاب عن عروة بن الزبير عن عائشة أم المؤمنين أنها قالت أول ما بدىء به رسول الله صلى الله عليه وسلم من الوحي الرؤيا الصالحة في النوم فكان لا يرى رؤيا إلا جاءت مثل فلق الصبح ثم حبب إليه الخلاء وكان يخلو بغار حراء فيتحنث فيه وهو التعبد الليالي ذوات العدد قبل أن ينزع إلى أهله ويتزود لذلك ثم يرجع إلى خديجة فيتزود لمثلها حتى جاءه الحق وهو في غار حراء فجاءه الملك فقال اقرأ قال ما أنا بقارئ قال فأخذني فغطني حتى بلغ مني الجهد ثم أرسلني فقال اقرأ قلت ما أنا بقارئ فأخذني فغطني الثانية حتى بلغ مني الجهد ثم أرسلني فقال اقرأ فقلت ما أنا بقارئ فأخذني فغطني الثالثة ثم أرسلني فقال { اقرأ باسم ربك الذي خلق خلق الإنسان من علق اقرأ وربك الأكرم } فرجع بها رسول الله صلى الله عليه وسلم يرجف فؤاده فدخل على خديجة بنت خويلد رضى الله تعالى عنها فقال زملوني زملوني فزملوه حتى ذهب عنه الروع فقال لخديجة وأخبرها الخبر لقد خشيت على نفسي فقالت خديجة كلا والله ما يخزيك الله أبدا إنك لتصل الرحم وتحمل الكل وتكسب المعدوم وتقري الضيف وتعين على نوائب الحق فانطلقت به خديجة حتى أتت به ورقة بن نوفل بن أسد بن عبد العزى بن عم خديجة وكان امرأ تنصر في الجاهلية وكان يكتب الكتاب العبراني فيكتب من الإنجيل بالعبرانية ما شاء الله أن يكتب وكان شيخا كبيرا قد عمي فقالت له خديجة يا بن عم اسمع من بن أخيك فقال له ورقة يا بن أخي ماذا ترى فأخبره رسول الله صلى الله عليه وسلم خبر ما رأى فقال له ورقة هذا الناموس الذي نزل الله على موسى يا ليتني فيها جذع ليتني أكون حيا إذ يخرجك قومك فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم أو مخرجي هم قال نعم لم يأت رجل قط بمثل ما جئت به إلا عودي وإن يدركني يومك أنصرك نصرا مؤزرا ثم لم ينشب ورقة أن توفي وفتر الوحي
Sanad
Telah menceritakan kepada kami, Yahya ibnu Bukair, ia berkata, telah menceritakan kepada kami, Al Laits, dari ‘Uqail, dari ibnu Syihab, dari ‘Urwah ibnu Zubair, dari A’isyah Ummul Mu’minin
Matan
Dari A’isyah Ummul Mu’minin bahwa ia berkata, “Pertama turunnya wahyu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam secara mimpi yang benar waktu beliau tidur. Biasanya mimpi itu terlihat jelas oleh beliau, seperti jelasnya cuaca pagi. Semenjak itu hati beliau tertarik hendak mengasingkan diri ke Gua Hira’. Disitu beliau ber-tahannuts yaitu beribadah beberapa malam, tidak pulang ke rumah istrinya. Untuk itu beliau membawa perbekalan secukupnya. Setelah perbekalan habis, beliau kembali kepada Khadijah, untuk mengambil lagi perbekalan secukupnya. Kemudian beliau kembali ke Gua Hira’ hingga suatu ketika datang kepadanya kebenaran atau wahyu, yaitu sewaktu beliau masih berada di Gua Hira’. Malaikat datang kepadanya, lalu katanya, “Bacalah” Jawab Nabi, “Aku tidak bisa membaca.” Kata Nabi selanjutnya menceritakan, “Aku ditarik dan dipeluknya sehingga aku kepayahan. Kemudian aku dilepaskannya dan disuruhnya pula membaca. “Bacalah” Jawabku, “Aku tidak bisa membaca.” Aku ditarik dan dipeluknya sampai aku kepayahan. Kemudian aku dilepaskan dan disuruh membaca, “Bacalah” katanya. Kujawab, “Aku tidak bisa membaca” Aku ditarik dan dipeluk untuk ketiga kalinya, kemudian dilepaskan seraya berkata: “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Demi Tuhanmu Yang Maha Mulia.” Setelah itu Nabi pulang ke rumah Khadijah binti Khuwailid, lalu berkata,”Selimuti aku, selimuti aku!” Khadijah menyelimutinya hingga hilang rasa takutnya. Kata Nabi kepada Khadijah (setelah dikabarkan semua kejadian yang dialaminya itu), “Sesungguhnya aku cemas atas diriku (akan binasa).” Khadijah menjawab, “Jangan takut, demi Allah, Tuhan tidak akan membinasakan kamu. Kamu selalu menyambung tali persaudaraan, membantu orang yang sengsara, mengusahakan barang keperluan yang belum ada, memuliakan tamu, menolong orang yang kesusahan karena menegakkan kebenaran.” Setelah itu Khadijah pergi bersama Nabi menemui Waraqah ibnu Naufal ibnu Asad ibnu Abdul Uzza, yaitu anak paman Khadijah, yang telah memeluk agama Nasrani pada masa Jahiliah itu. Ia pandai menulis buku dalam bahasa Ibrani. Maka disalinnya Kitab Injil dari bahasa Ibrani seberapa dikehendaki Allah dapat disalin. Usianya telah lanjut dan matanya telah buta. Khadijah berkata pada Waraqah, “Wahai anak pamanku! Dengarkan kabar dari anak saudaramu (Muhammad) ini.” Kata Waraqah kepada Nabi, “Wahai anak saudaraku! Apa yang telah terjadi atas dirimu?” Nabi menceritakan kepadanya semua peristiwa yang telah dialaminya. Berkata Waraqah, “Inilah Namus (malaikat) yang pernah diutus Allah kepada Nabi Musa. Duhai, semoga saya masih diberi kehidupan ketika kamu diusir kaummu,” Nabi bertanya, “Apakah mereka akan mengusirku?” Jawab Waraqah, “Ya betul, belum ada seorang pun yang diberi wahyu sepertimu tidak dimusuhi orang. Apabila saya masih mendapati hari ini, niscaya saya akan menolong anda sekuat-kuatnya.” Tidak berapa lama kemudian Waraqah meninggal dunia dan wahyu pun terputus untuk sementara.”
Resep:Kroket mie gulung 18 November 2008
Posted by ibnu_taheer in Resep Makanan.add a comment
Bahan
- 2 bks mie instan.
- 1 ons daging cincang.
- Daun bawang.
- 1 siung bawang putih.
- 3 bawang merah.
- Minyak goreng.
- 2 butir telur ayam.
- Kecap manis.
- Daun pisang.
Cara membuat
- Didihkan 1 gelas air, masukkan mie instant, didihkan beberapa saat, lalu angkat. Bubuhi 1 pak bumbunya, ratakan.
- Jika sudah terserap airnya, masukkan telur yang sudah dikocok, ratakan, diamkan dulu.
- Panaskan 2 sendok minyak di wajan, masukkan 2 macam bawang yang suduh digerus kasar,tumis, sampai berbau harum baru masukkan daging cincang, aduk-aduk sampai berubah warna baru masukkan irisan daun bawang dan bumbu-bumbu, bubuhi kecap 2-3 sendok makan.
- Masak sampai daging tidak berair, taruh 1 sendok makan tepung terigu, ratakan pula sambil diaduk-aduk sejenak lalu angkat.
- Adonan mie ditaruh di aas selembar daun yang sudah diminyaki, isi dengan daging, lalu gulung.
- Tutup kiri kanan dengan lidi. Kukus sampai masak.
- Dinginkan, lalu potong-potong setebal jari. Celup ke dalam telur yang sudah dikocok lalu gulingkan ke tepung panir. goreng dengan minyak yang panas.
- Bila sudah mateng berwarna kecoklatan kemudian angkat, tiriskan dan siap di sajikan
Resep:Kroket kentang 18 November 2008
Posted by ibnu_taheer in Resep Makanan.add a comment
Bahan kulit:
- Kentang dikukus, dikupas dan dihaluskan: ½ kilogram.
- Telur: 2 butir.
- Susu bubuk: 25 gram.
- Tepung panir secukupnya.
- Garam, merica dan minyak goreng secukupnya.
Bahan Isi:
- Bawang merah, dipotong halus: 3 siung.
- Bawang putih.
- Mentega: 1 sendok makan.
- Daging cincang: 200 gram.
- Wortel, dipotong dadu kecil-kecil: 500 gram.
- Susu: 125 mililiter (bisa diganti dengan air).
- Tepung terigu: 1 sendok makan.
- Garam dan merica secukupnya.
Cara membuatnya:
- Siram wortel dengan air panas, tiriskan.
- Tumis bawang merah dan bawang putih dengan mentega, setelah harum baunya, masukkan daging cincang dan wortel.
- Tuangi susu, masukkan garam dan merica, sambil sesekali diaduk supaya jangan gosong.
- Masukkan tepung terigu sambil diaduk.
- Angkat dan dinginkan.
- Campurkan kentang dengan susu bubuk, mentega, garam, merica dan 1 butir telur, aduk sampai rata dan sisihkan
- Ambil 2 sendok makan kentang yang sudah dihaluskan tadi, taruh di atas tangan membentuk setengah bulat lonjong, lalu diisi dan kepalkan menjadi bulat.
- Ambil putih telur yang satunya dan masukkan bulatan kroket ke dalamnya lalu gulingkan di tempat tepung panir.
- Goreng dalam minyak panas, sampai berwarna kuning kecoklat-coklatan.
Shahih Bukhari 18 November 2008
Posted by ibnu_taheer in Naskah Islami.add a comment
Imam Bukhari
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari atau lebih dikenal Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah bahkan dalam kitab-kitab Fiqih dan Hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.
Beliau diberi nama Muhammad oleh ayah beliau, Ismail bin Ibrahim. Yang sering menggunakan nama asli beliau ini adalah Imam Turmudzi dalam komentarnya setelah meriwayatkan hadits dalam Sunan Turmudzi. Sedangkan kun`yah beliau adalah Abu Abdullah. Karena lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah; beliau dikenal sebagai al-Bukhari. Dengan demikian nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari. Beliau lahir pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Tak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya.
Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab ats-Tsiqat, Ibnu Hibban menulis bahwa ayahnya dikenal sebagai orang yang wara’ dalam arti berhati hati terhadap hal hal yang bersifat syubhat (ragu-ragu) hukumnya terlebih lebih terhadap hal yang haram. Ayahnya adalah seorang ulama bermadzhab Maliki dan merupakan mudir dari Imam Malik, seorang ulama besar dan ahli fikih. Ayahnya wafat ketika Bukhari masih kecil.
Bukhari berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, ulama ahli hadits yang masyhur di Bukhara. pada usia 16 tahun bersama keluarganya, ia mengunjungi kota suci terutama Mekkah dan Madinah, dimana dikedua kota suci itu dia mengikuti kuliah para guru besar hadits. Pada usia 18 tahun dia menerbitkan kitab pertama Kazaya Shahabah wa Tabi’in, hafal kitab-kitab hadits karya Mubarak dan Waki bin Jarrah bin Malik. Bersama gurunya Syekh Ishaq, menghimpun hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadits yang diriwayatkan 80.000 perawi disaring menjadi 7275 hadits.
//<![CDATA[
if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); }
//]]>
Bukhari memiliki daya hapal tinggi sebagaimana yang diakui kakaknya, Rasyid bin Ismail. Sosok beliau kurus, tidak tinggi, tidak pendek, kulit agak kecoklatan, ramah dermawan dan banyak menyumbangkan hartanya untuk pendidikan.
Penelitian Hadits
Untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadits shahih, Bukhari menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para perawi hadits, mengumpulkan dan menyeleksi haditsnya. Diantara kota-kota yang disinggahinya antara lain Bashrah, Mesir, Hijaz (Mekkah, Madinah), Kufah, Baghdad sampai ke Asia Barat. Di Baghdad, Bukhari sering bertemu dan berdiskusi dengan ulama besar Imam Ahmad bin Hanbali. Dari sejumlah kota-kota itu, ia bertemu dengan 80.000 perawi. Dari merekalah beliau mengumpulkan dan menghafal satu juta hadits.
Namun tidak semua hadits yang ia hapal kemudian diriwayatkan, melainkan terlebih dahulu diseleksi dengan seleksi yang sangat ketat diantaranya apakah sanad (riwayat) dari hadits tersebut bersambung dan apakah perawi (periwayat/pembawa) hadits itu terpercaya dan tsiqqah (kuat). Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, akhirnya Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami’al-Shahil yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.
Banyak para ahli hadits yang berguru kepadanya seperti Syekh Abu Zahrah, Abu Hatim Tirmidzi, Muhammad Ibn Nasr dan Imam Muslim.
Karya
Karya Imam Bukhari antara lain:
- Al-Jami’ ash-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari
- Al-Adab al-Mufrad[1][2]
- Adh-Dhu’afa ash-Shaghir[3]
- At-Tarikh ash-Shaghir
- At-Tarikh al-Ausath[4]
- At-Tarikh al-Kabir[5]
- At-Tafsir al-Kabir
- Al-Musnad al-Kabir
- Kazaya Shahabah wa Tabi’in
- Kitab al-Ilal
- Raf’ul Yadain fi ash-Shalah
- Birr al-Walidain
- Kitab ad-Du’afa
- Asami ash-Shahabah
- Al-Hibah
- Khalq Af’al al-Ibad[6]
Diantara guru-guru beliau dalam memperoleh hadits dan ilmu hadits antara lain Ali ibn Al Madini, Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ma’in, Muhammad ibn Yusuf Al Faryabi, Maki ibn Ibrahim Al Bakhi, Muhammad ibn Yusuf al Baykandi dan ibn Rahwahih. Selain itu ada 289 ahli hadits yang haditsnya dikutip dalam kitab Shahih-nya
Dalam meneliti dan menyeleksi hadits dan diskusi dengan para perawi. Imam Bukhari sangat sopan. Kritik-kritik yang ia lontarkan kepada para perawi juga cukup halus namun tajam. Kepada Perawi yang sudah jelas kebohongannya ia berkata, “perlu dipertimbangkan, para ulama meninggalkannya atau para ulama berdiam diri dari hal itu” sementara kepada para perawi yang haditsnya tidak jelas ia menyatakan “Haditsnya diingkari”. Bahkan banyak meninggalkan perawi yang diragukan kejujurannya. Dia berkata “Saya meninggalkan 10.000 hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang perlu dipertimbangkan dan meninggalkan hadits-hadits dengan jumlah yang sama atau lebih, yang diriwayatan oleh perawi yang dalam pandanganku perlu dipertimbangkan”.
Banyak para ulama atau perawi yang ditemui sehingga Bukhari banyak mencatat jati diri dan sikap mereka secara teliti dan akurat. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap mengenai sebuah hadits, mencek keakuratan sebuah hadits ia berkali-kali mendatangi ulama atau perawi meskipun berada di kota-kota atau negeri yang jauh seperti Baghdad, Kufah, Mesir, Syam, Hijaz seperti yang dikatakan beliau “Saya telah mengunjungi Syam, Mesir, dan Jazirah masing-masing dua kali; ke Basrah empat kali, menetap di Hijaz selama enam tahun, dan tidak dapat dihitung berapa kali saya mengunjungi Kufah dan Baghdad untuk menemui ulama-ulama ahli hadits.”
Di sela-sela kesibukannya sebagai ulama, pakar hadits, ia juga dikenal sebagai ulama dan ahli fiqih, bahkan tidak lupa dengan kegiatan kegiatan olahraga dan rekreatif seperti belajar memanah sampai mahir. Bahkan menurut suatu riwayat, Imam Bukhari tidak pernah luput memanah kecuali dua kali.
Di Naisabur, Bukhara, Samarkand, dan Wafatnya Beliau
Kebesaran akan keilmuan beliau diakui dan dikagumi sampai ke seantero dunia Islam. Di Naisabur, tempat asal imam Muslim seorang Ahli hadits yang juga murid Imam Bukhari dan yang menerbitkan kitab Shahih Muslim, kedatangan beliau pada tahun 250 H disambut meriah, juga oleh guru Imam Bukhari Sendiri Muhammad bin Yahya Az-Zihli. Dalam kitab Shahih Muslim, Imam Muslim menulis. “Ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur, saya tidak melihat kepala daerah, para ulama dan warga kota memberikan sambutan luar biasa seperti yang mereka berikan kepada Imam Bukhari”. Namun kemudian terjadi fitnah yang menyebabkan Imam Bukhari meninggalkan kota itu dan pergi ke kampung halamannya di Bukhara.
Seperti halnya di Naisabur, di Bukhara beliau disambut secara meriah. Namun ternyata fitnah kembali melanda, kali ini datang dari Gubernur Bukhara sendiri, Khalid bin Ahmad Az-Zihli yang akhirnya Gubernur ini menerima hukuman dari Sultan Uzbekistan Ibn Tahir.
Tak lama kemudian, atas permintaan warga Samarkand sebuah negeri tetangga Uzbekistan, Imam Bukhari akhirnya menetap di Samarkand,. Tiba di Khartand, sebuah desa kecil sebelum Samarkand, ia singgah untuk mengunjungi beberapa familinya. Namun disana beliau jatuh sakit selama beberapa hari. Dan Akhirnya meninggal pada tanggal 31 Agustus 870 M (256 H) pada malam Idul Fitri dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Beliau dimakamkan selepas Shalat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri.
Shahih Bukhary Hadits Nomor 1 18 November 2008
Posted by ibnu_taheer in Naskah Islami.add a comment
Shahih Bukhary Hadits Nomor 1
Hadits nomor 1 ini terdapat di Shahih Bukhary Juz I, Kitab Awal Turunnya Wahyu, Bab Bagaimana Awal Wahyu Turun kepada Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam. Hadits ini kerap disebut hadits “Innamal a’malu binniyat”.
Arab
حدثنا الحميدي عبد الله بن الزبير قال حدثنا سفيان قال حدثنا يحيى بن سعيد الأنصاري قال أخبرني محمد بن إبراهيم التيمي أنه سمع علقمة بن وقاص الليثي يقول سمعت عمر بن الخطاب رضى الله تعالى عنه على المنبر قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى فمن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها أو إلى امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه
Sanad
Telah menceritakan kepada kami, Al Hamidy Abdullah ibnu Az-Zubair, dia berkata telah menceritakan kepada kami Sufyan, dia berkata telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Said Al-Anshory, dia berkata telah mengabarkan kepadaku Muhammad ibnu Ibrahim At-Taimy, sesungguhnya dia telah mendengar Alqomah ibnu Waqosh Al-Laitsy berkata aku mendengar Umar bin Khattab radhiyallahu anhu di atas mimbar.
Matan
Beliau (Umar bin Khattab) berkata aku mendengar Rasulullah shalallahu alayhi wa sallam sedang berkata, “Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu bergantung pada niat-niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkannya. Barang siapa berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa berhijrah kepada dunia yang dikejarnya atau wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya kepada apa yang diniatkannya.
Resep:Perkedel tahu 18 November 2008
Posted by ibnu_taheer in Resep Makanan.add a comment
Perkedel tahu adalah semacam perkedel yang menggunakan bahan utama tahu sebagai pengganti kentang. Perkedel tahu dapat dimakan sebagai lauk maupun sebagai teman minum teh.
Bahan: 300g tahu putih berkualitas bagus
1 butir telur ayam
1 sdm daun bawang iris tipis
½ sdt bawang putih parut
½ sdm tepung terigu
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
minyak goreng
Cara membuat:
- Tiriskan tahu lalu haluskan.
- Campur tahu dengan telur dan bumbu lain kecuali minyak hingga rata.
- Panaskan minyak banyak di atas api sedang. Bentuk adonan tahu menjadi bola-bola dengan bantuan 2 sendok teh.
- Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kuning kecokelatan.
- Angkat dan tiriskan.
- Sajikan hangat.
Untuk 14 buah
Resep:Arem-arem 18 November 2008
Posted by ibnu_taheer in Resep Makanan.add a comment
Arem-arem merupakan penganan serupa lemper, yaitu nasi berisi sayuran atau sambal goreng yang dibungkus dengan daun pisang. Arem-arem popular sebagai penganan pengganti sarapan. Biasanya ukurannya dibuat lebih besar daripada lemper.
Lemper berbeda dari arem-arem dalam hal penggunaan nasi. Lemper menggunakan ketan, alih-alih nasi.
Resep Arem Arem :
Bahan Nasi
- 500 gr beras, cuci tiriskan.
- 300 ml santan encer.
- 700 ml air
- 1 sdt garam.
- 2 lbr daun salam.
Bahan Isi
Bumbu halus
- 4 siung bawang putih.
- 4 siung bawang merah.
- 5 buah cabai merah.
- 1 buah tomat (yang ini cincang saja).
- 2 cm lengkuas.
- 2 sdt gula pasir.
- 1 sdt garam.
- 10 cm serai dimemarkan.
Bahan lain
- Daun pisang, potong kira2 10×20 cm, jika daunnya keras, rendam dalam air panas terlebih dahulu.
Proses
- Aduk beras bersama air, santan, garam, dan daun salam, didihkan dengan api sedang sampai menjadi nasi lembek. Sesekali diaduk karena santan pada bawah panci akan cepat matang.
- Tumis bumbu halus, masukan daging halus, aduk samapi air daging habis dengan api sedang
- Tuangi santan dan wortel, aduk, didihkan dengan api kecil sampai santan susut
- Siapkan daun, ambil nasi, letakan di tengah2, tekan2 hingga padat, merata, dan melebar.
- Isi dengan 1 sdm daging, gulung nasi sampai daging tertutup nasi.
- Gulung daun sambil ditekan hingga padat
- Lipat kedua sisi sambil ditekan hingga padat
- Kukus 1 jam. Sajikan dingin, kalo panas2 nasi masih belum memadat.
Tempe Mendoan 18 November 2008
Posted by ibnu_taheer in Resep Makanan.add a comment
Tempe Mendoan adalah sejenis masakan tempe yang terbuat dari tempe yang tipis, dan digoreng dengan tepung sehingga rasanya gurih dan renyah. Secara tradisional di wilayah Banyumas, tempe yang digunakan untuk mendoan adalah jenis tempe bungkus yang lebar tipis, satu atau dua lembar perbungkus. Aakan tetapi tempe mendoan juga dapat dibuat dari tempe biasa yang diiris tipis-tipis namun lebar.
Bahan:
- 300 g tempe, iris lebar tipis 10×15 cm
- 2 batang daun bawang, iris halus
- 100 g tepung beras
- 1 sdm tepung terigu
- 125 ml air
- minyak goreng
Haluskan:
- 2 siung bawang putih
- 1 butir bawang merah
- 1 sdt ketumbar
- ½ sdt merica butiran
- 2 sdt garam
Cara membuat:
- Aduk tepung dengan bumbu halus, daun bawang, dan air hingga rata.
- Celupkan tiap potongan tempe dalam adonan tepung.
- Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga adonan tepung membeku tetapi belum mengeras, matang tetapi tidak kuning atau kering. Angkat, tiriskan.
- Sajikan hangat dengan sambal kecap rawit. Untuk 12 buah.
Variasi lain Resep Tempe Mendoan
Bahan:
- 250 gr tempe, iris tipis lebar 10 x 6 x 1 cm
- 75 gr tepung beras
- 25 gr tepung kanji
- 3 batang kucai, potong ½ cm
- 125 ml air
Haluskan:
- 2 sdt ketumbar
- 1 siung bawang putih
- 1 cm kencur
- garam secukupnya
Cara membuatnya:
- Campur bumbu halus dengan tepung beras dan kanji.
- Aduk rata sambil dituang air sedikit demi sedikit.
- Aduk terus hingga rata dan licin.
- Masukkan kucainya.
- Panaskan minyak banyak di penggorengan.
- Celupkan tempe satu persatu ke dalam adonan tepung.
- Goreng sampai kecoklatan.
- Angkat dan sajikan dengan cabe rawit.
Resep:Rendang 18 November 2008
Posted by ibnu_taheer in Resep Makanan.add a comment
Rendang daging sapi atau daging kerbau yang dimasak dengan santan kelapa dan bumbu-bumbu.
Bahan:
- 1 kg daging sapi atau kerbau, potong persegi menjadi sekitar 20 potong
- 4 lembar daun jeruk
- 1 batang serai
- 2 liter santan kelapa kental dari 1 butir kelapa tua yang besar
Bumbu yang dihaluskan:
- 2 siung bawang putih
- 4 buah bawang merah
- 25 gram jahe
- 15 gram kunyit
- 75 gram lengkuas muda
- 1 sdm. cabai giling atau sesuai selera
- 1 sdt. merica
- ½ buah biji pala
- 4 buah kemiri
- ½ sdm. garam
- 1 sdm. gula pasir
Cara membuat:
- Rendam daging dengan bumbu yang sudah dihaluskan paling sedikit 1 jam
- Masak santan di atas wajan dengan api sedang, aduk sekali-kali hingga minyak dari santan mengambang di atas permukaan (paling sedikit 20 menit) dan sisihkan
- Ke dalam wajan besar, masukkan daging bersama bumbu dan santan sebanyak 300 cc (hingga daging terendam)
- Masukkan daun salam dan daun serai, masak dengan api sedang sambil diaduk-aduk sampai separuh dari santan menguap
- Tuangkan lagi 100 cc santan dan aduk-aduk hingga semua air pada santan menguap
- Teruskan mengaduk dan menambahkan sisa santan kelapa, sekitar 100 cc untuk sekali tuang.
- Masak sampai daging menjadi empuk (paling sedikit 1½ jam) dan sampai semua air pada santan kelapa menguap dan bumbu rendang jadi.
Tips:
- Resep ini juga bisa digunakan untuk membuat rendang hati sapi, Ayam rendang, Telur rendang
Resep:Gado Gado 18 November 2008
Posted by ibnu_taheer in Resep Makanan.add a comment
Gado Gado adalah salah satu makanan yang berasal dari Indonesia yang berupa sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu, dengan bumbu atau saus dari kacang tanah yang dihaluskan disertai irisan telur dan di atasnya ditaburkan bawang goreng dan sedikit emping goreng juga kerupuk ada juga yang memakai kerupuk udang.
Gado-Gado dapat dimakan begitu saja seperti salad dengan bumbu/saus kacang, tapi juga dapat dimakan beserta nasi putih.
Bahan:
- Kangkung
- Kentang
- Kacang panjang/Buncis
- Kol
- Tauge
- Wortel
- Telur
- Timun (tidak usah direbus)
- Emping melinjo
- Krupuk
Bumbu:
- 3 lembar daun jeruk
- 2 batang serai
- 200ml air
- 400ml santan
Bumbu yang dihaluskan:
- 250gr kacang tanah (goreng/roasted)
- 4 siung bawang merah (1 buah bawang bombay)
- 2 siung bawang putih
- 150gr gula Jawa (palm sugar)
- 3sdm kecap manis
- garam
- gula
Cara membuat:
- Semua sayuran dan telur direbus matang.
- Bumbu dihaluskan dan ditumis dengan sedikit minyak sampai harum, ditambahkan daun jeruk dan serai lalu air dimasukkan dan terakhir santan.
- sayuran yang sudah matang ditata di atas piring dan ditambahkan potongan telur, krupuk dan emping, lalu disirami bumbu